Jika kita selalu berfikir bahwa orang yang paling merugi adalah kita, mungkin kita sering lupa untuk melihat orang lain yang jauh lebih merugi dibanding kita. Jika kita selalu berfikir bahwa kita adalah orang yang paling beruntung diantara semua orang, apakah kita pernah ingat pada mereka yang ternyata sedang merasa bahwa dia adalah orang yang paling merugi diantara kalian. Tetapi mungkin sudah seharusnya kita sebagai orang yang merugi mulai memikirkan mereka yang terlihat beruntung di mata kita. Apakah benar-benar mereka ini beruntung atau sekedar nampak beruntung?
Ketahuilah untung, rugi, sial, dan rekan-rekannya adalah hal yang sangat bergantung pada tingkat kebersyukuran kita terhadap keadaan kita sekarang ini. Lalu, bagaimana kita akan bisa merasa beruntung jika sedang merasa rugi?
Sadarkan kalian bahwa sekarang kalian sedang diseret menuju pemikiran “merasa merugi?”nah hal itu tinggal kita balikkan saja. Cari suasana yang sekiranya bisa menyeret kita kepada persaan beruntung.
Lalu bagaimana jika perasaan beruntung itu tidak kunjung datang? mungkin sudah saatnya kita bertanya, kalau merugi… Memang kenapa?